Senin, 10 Juni 2013

tugas 3 kesehatan mental

STRESS
Stress adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres yang menjadi hambatan.

Eustress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Hal tersebut termasuk kesejahteraan individu dan juga organisasi yang diasosiasikan dengan pertumbuhan, fleksibilitas, kemampuan adaptasi, dan tingkat performance yang tinggi.

Distress, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Hal tersebut termasuk konsekuensi individu dan juga organisasi seperti penyakit kardiovaskular dan tingkat ketidakhadiran (absenteeism) yang tinggi, yang diasosiasikan dengan keadaan sakit, penurunan, dan kematian.

                                    Faktor-Faktor yang Menyebabkan Stress
        Faktor Interpersonal
  • Konflik dengan rakan, pekerjaan dan lain-lain
  • Hubungan tidak baik, tidak dapat sokongan, kepercayaan dan kerjasama.
  • Konflik dengan pihak atasan
        Faktor Diri
  • Hubungan suami/isteri (dalam keluarga)
  • Sakit/penyakit
  • Keinginan tidak tercapai
  • Dendam dan iri hati
  • Takut kebebasan
  • Rasa bersalah
  • Perpindahan/perubahan mengejut
        Faktor Organisasi
  • Semua kerja perlu segera -kesuntukan masa
  • Beban kerja berterusan (kronik)
  • Perbezaan persediaan tugas dengan ketetapan tugas
  • Bebanan kerja kerana kuantitatif dan kualitatif
  • Mengalami kebosanan di tempat kerja
  • Merasakan idea sendiri yang betul
  • Selalu salahkan orang lain
  • Rasa tidak sabar dan mudah meradang terhadap rakan kerja
      Tipe Kepribadian yang Berhubungan dengan Stress
Tipe kepribadian seseorang juga dapat mempengaruhi respons terhadap stresor. Apabila seseorang yang memiliki tipe kepribadian A, maka lebih rentan terkena stress dibandingkan dengan tipe kepribadian B. tipe kepribadian A memiliki ciri ambisius, agresif, kompetitif, kurang sabar, mudah tegang, mudah tersinggung, mudah marah, memiliki kewaspadaan yang berlebihan, berbicara cepat, bekerja tidak kenal waktu, pandai berorganisasi dan memimpin atau memerintah, lebih suka bekerja sendirian bila ada tantangan, kaku terhadap waktu, ramah, tidak mudah dipengaruhi, bila berlibur fikirannya ke pekerjaan dan lain-lain. Sedangkan tipe kepribadian B memiliki sikap tidak agresif ambisinya wajar-wajar, penyabar, senang, tidak mudah tersinggung, tidak mudah marah, cara berbicara tidak tergesa-gesa, perilaku tidak interaktif, lebih suka kerjasama, mudah bergaul, dan lain-lain atau merupakan kebalikan dari tipe kepribadian A.

Cara Mencegah Stress
Perasaan stress sering kali menjadi musuh dalam selimut. Perasaan ini datang tiba-tiba dan sering sulit dikendalikan. Tapi bila tidak, stress dapat memicu timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Salah satunya yang banyak diidap orang adalah penyakit jantung, darah tinggi dan stroke. Ibarat sedia payung sebelum hujan, ada baiknya kita menghindari srtess dengan cara berikut.
v Energi positif
Keluarkan energi positif dalam diri Anda dengan selalu berpikir positif dan optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Sadarlah bahwa di setiap permasalahan pasti ada jalan keluar.
Selain itu jangan bersikap terlau keras pada diri sendiri. Ketahuilah bahwa setiap rencana yang telah dibuat belum tentu pasti dapat tercapai karena adanya halangan.
Bersikaplah lebih fleksibel sehingga Anda pun dapat lebih menikmati hidup.
v Menjaga kesehatan
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Maka, jagalah kesehatan tubuh Anda dengan berolah raga teratur, tidur yang cukup dan makan makanan bergizi seimbang. Olah tubuh dapat merangsang keluarnya endorphine yaitu zat yang membuat tubuh merasa nyaman, sehingga orang yang berolah raga teratur biasanya tampak sehat dan bahagia. Olah raga teratur ni pun harus didukung dengan pola makan dan istirahat yang baik.
v Kendalikan emosi
Cara termudah untuk mengendalikan emosi adalah dengan minum air putih yang banyak saat di ambang kemarahan. Air putih ini dapat menenangkan emosi Anda dan membantu untuk berpikir lebih jernih. Emosi yang berlebihan yang tidak perlu justru dapat menjadi pemicu stress. Bersikaplah lebih sabar dan berpikir lebih luas agar dapat memahami setiap masalah dengan jernih.
v Rehat sejenak
Luangkan waktu Anda sedikit untuk beristiharat. Gunakan akhir pekan dengan baik dan maksimal untuk memanjakan diri sendiri dan keluar dari rutinitas sehari-hari. Kumpul bersama keluarga atau teman-teman dapat menjadi cara terbaik untuk memumbuhkan energi positif dan semangat baru.
v Terbuka
Jangan pendam masalah Anda sendirian. Seperti ada pepatah yang mengatakan, that’s what friends are for. Dengan berbagi cerita setidaknya beban terasa lebih ringan dan tidak mengendap terus di dalam pikiran.
v Tingkatkan rasa humor
Secara klinis, humor dapat digunakan untuk mengatasi rasa stress. Sekarang ini di Indonesaia sudah muncul kelompok-kelompok terapi yang melakukan terapi tertawa. Biasanya dilakukan oleh sekelompok orang minimal 5 orang selama 5 sampai 10 menit. Humor perlu dilakukan agar syaraf tidak terlalu tegang dan tubuh mendapat relaksasi walau sejenak.

Stress yang pernah saya alami adalah ketika saya menghadapi ulangan atau ujian karena menurut saya itu sangat sulit sekali, dan kalau saya memikirkannnya bisa membuat kepala saya pusing dan badan rasanya sakit semua. Tapi saya yakin akan bisa mengerjakannya walau itu sangat berat sekali.

Kamis, 02 Mei 2013

tugas 2 kesehatan mental



1.       Teori behavioristik
Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.



Tokoh-tokoh :
1.     Teori Belajar Menurut Watson
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus dapat diamati (observable) dan dapat diukur. Jadi walaupun dia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar, namun dia menganggap faktor tersebut sebagai hal yang tidak perlu diperhitungkan karena tidak dapat diamati. Watson adalah seorang behavioris murni, karena kajiannya tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperi Fisika atau Biologi yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur.
2.     Teori Belajar Menurut Clark Hull
Clark Hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian belajar. Namun dia sangat terpengaruh oleh teori evolusi Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Oleh sebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis (drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drive reduction) adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus (stimulus dorongan) dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat berwujud macam-macam. Penguatan tingkah laku juga masuk dalam teori ini, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi biologis (Bell, Gredler, 1991).
3.     Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie
Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Dalam mengelola kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991).
4.     Teori Belajar Menurut Skinner
Konsep-konsep yang dikemukanan Skinner tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Ia mampu menjelaskan konsep belajar secara sederhana, namun lebih komprehensif. Menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dengan lingkungannya, yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku, tidaklah sesederhana yang dikemukakan oleh tokoh tokoh sebelumnya. Menurutnya respon yang diterima seseorang tidak sesederhana itu, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan memengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya memengaruhi munculnya perilaku (Slavin, 2000). Oleh karena itu dalam memahami tingkah laku seseorang secara benar harus memahami hubungan antara stimulus yang satu dengan lainnya, serta memahami konsep yang mungkin dimunculkan dan berbagai konsekuensi yang mungkin timbul akibat respon tersebut. Skinner juga mengemukakan bahwa dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.





1.      Teori Humanistik
PsikologiHumanistis (Maslow)
Teori belajar humanistik yang di pelopori oleh Abraham Maslow mencoba untuk mengkritisi teori Freud dan behaveoristik. Menurut Abraham hal yang terpenting dalam melihat manusia adalah potensi yang dimilikinya. Humanistik lebih melihat pada sisi  perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada “ketidak normalan” atau “sakit” seperti yang dilihat oleh teori Freud. Pendekatan ini melihat kejadian setelah “sakit” tersebut sembuh, yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal – hal positif. Kemampuan positif ini disebut potensi yang ada dalam manusia dan pendidik yang beraliran humanistik biasanya memfokuskan pada hal – hal positif ini.
Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain efektif. Misalnya kemampuan dalam ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain, kepercayaan, penerimaan, kesadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran interpersonal dan pengetahuan interpersonal lainnya. Jadi intinya adalah meningkatkan kualitas keterampilan interpersonal dalam kehidupan sehari – hari. Selain menitikberatkan pada interpersonal, para pendidik juga membuat pembelajaran yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan dan berfantasi. Pendekatan ini mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia pendidikan. Freudian melihat emosi sebagai sebagai hal yang mengganggu perkembangan, sementara humanistik melihat keuntungan pendidikan emosi. Jadi bisa dikatakan bahwa emosi adalah karakteristik yang sangat kuat dan nampak dari para pendidik beraliran humanistik. Karena berfikir dan merasakan saling beriringan, mengabaikan pendidikan emosi sama dengan mengabaikan salah satu potensi terbesar manusia.
Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran humanistik. Maslow percaya bahwa manusia bergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang paling di kenal adalah teori tentang Hierarchy of Needs ( Hirarki kebutuhan ). Dia mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Pada diri orang memiliki rasa takut yang dapat membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya, tetapi di sisi lain memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan. Manusia juga bermotivasi untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidupnya. Kebutuhan – kebutuhan tersebut memiliki hirarki ( tingkatan ) mulai dari yang rendah sampai yang tinggi. Adapun hirarki – hirarki tersebut adalah :
·         Kebutuhan fisiologis atau dasar
·         Kebutuhan akan aman dan tenteram
·         Kebutuhan akan dicintai dan disayangi
·         Kebutuhan untuk dihargai
·         Kebutuhan untuk aktualisasi diri

2.      Teori psikoanalisa
1.      Teori Psikoanalisa Sosial (Horney)
a.      Pengantar Teori Psikoanalisa Sosial (Horney)
Teori Psikoanalisis Sosial dari Karen Horney memiliki asumsi bahwa kondisi sosial dan kultural, terutama pengalaman masa kanak-kanak, berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang. Orang yang tidak mendapatkan kebutuhan akan cinta dan kasih sayang di masa kanak-kanak, akan mengembangkan rasa permusuhan (basic hostility) terhadap orangtua, dan akhirnya akan mengalami kecemasan (basic anxiety). Horney mengatakan bahwa untuk melawan kecemasan dasar tersebut, maka seseorang akan melakukan salah satu cara dalam berhubungan dengan orang lain. 
Kebutuhan kasih sayang dan dicintai tidakterpenuhi -> basic hostility-> basic anxiety.
Orang yang normal akan menggunakan cara manapun dari ketiga cara tersebut, namun orang yang neurotik hanya akan menggunakan salah satu cara saja. Tulisan-tulisan Horney memang ditujukan untuk kepribadian neurotik, tetapi banyak ide-ide nya berlaku pada individu normal. Sama seperti tokoh lain, pandangan Horney mengenai kepribadian merupakan refleksi dari pengalaman hidupnya. Pemikirannya ini merupakan usahanya untuk mengatasi penderitaan batin yang dia alami.
Pada akhirnya meningkatnya kebutuhan akan kasih sayang menyebabkan orang menilai cinta terlalu tinggi. Dampaknya adalah orang memandang cinta dan kasih sayang adalah jawaban atas semua masalah yang dihadapi.
Kebutuhan akan kasih sayang sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, jika kebutuhan itu berlebihan akan menyebabkan terjadinya neurosis. Mengapa demikian? Karena dengan adanya kebutuhan yang berlebihan, orang tidak akan berfokus pada manfaat yang diterima jika kebutuhan itu terpenuhi, melainkan berfokus pada mendapatkan kebutuhan dengan cara apapun. Misalnya, bersikap tidak ramah, merasa cemas, keinginan bersaing yang berlebihan, dan lain-lain.
Horney percaya bahwa neurosis dapat berkembang di semua tahap kehidupan, khususnya masa kanak-kanak. Semua pengalaman traumatis di masa kanak-kanak dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak di masa selanjutnya. Namun, Horney meyakini bahwa akar dari semua pengalaman traumatis ini adalah kurangnya kehangatan dan kasih sayang yang tulus dari orangtua.
Pengalaman traumatis di masa kanak-kanak bukan pembentuk kepribadian di masa dewasa, namun pengalaman-pengalaman itu membentuk struktur karakter tertentu yang mulai berkembang. Sehingga, sikap atau kepribadian di masa dewasa muncul karena struktur karakter seseorang, yang berkembang pada masa kanak-kanak.

b.      Permusuhan dasar (Basic Hostility), Kecemasan dasar (Basic Anxiety), Dorongan Kompulsif
Horney percaya bahwa setiap manusia lahir untuk berkembang. Oleh karena itu, manusia membutuhkan kondisi yang mendukung untuk berkembang, seperti lingkungan kondusif, cinta tulus, dan disiplin. Kondisi ini akan memberi rasa aman dan puas dan memungkinkan manusia bertumbuh sesuai dengan diri yang sebenarnya (real self).
Pada kenyataannya, kondisi itu tidak tercipta, karena ketidakmampuan dan ketidakmauan orangtua untuk memenuhi kebutuhan anak. Orangtua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan anak akan menyebabkan anak merasa tidak aman dan puas. Anak yang tidak aman dan puas, akan mengembangkan basic hostility terhadap orangtua. Kadang sikap anak ini tidak ditunjukkan secara terang-terangan, namun ditekan dan menjadi tidak sadar akan sikap permusuhan tersebut. Sikap permusuhan yang ditekan ini menyebabkan basic anxiety, yaitu perasaan terisolasi dan tidak berdaya.
Basic hostility dan basic anxiety memiliki keterkaitan satu sama lain dan keduanya memperkuat neurosis. Sebagai seorang manusia, kita tentu memiliki cara mempertahankan diri dari kecemasan. Pada awalnya, Horney menyebutkan empat cara yang biasa dilakukan manusia untuk mengatasi kecemasan itu, yaitu : (1) Kasih sayang, sebuah cara dimana orang akan membeli cinta dengan cara menuruti permintaan orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan membelikan barang-barang atau hasrat seksual. Misalnya, kasus nyata klien saya, seorang wanita yang di masa remaja nya selalu menuruti keinginan pacarnya untuk melakukan hubungan seksual. Bahkan, hingga saat ini, untuk mendapatkan kasih sayang dari teman-temannya, ia rela membelikan berbagai barang mahal untuk teman-teman kantornya ; (2) Submissiveness, sebuah cara dimana orang akan patuh terhadap orang lain, institusi, atau kepada agama ; (3) Power, sebuah cara dimana orang akan mendominasi orang lain, mempermalukan orang lain, dan tidak mau berbagi kepada orang lain ; (4) Withdrawl, sebuah cara dimana orang akan mengembangkan kemandirian dari orang lain, atau memisahkan diri secara emosional dari orang lain.
Keempat cara itu tidak lantas menjadi indikasi neurosis, karena semua orang menggunakan cara tertentu sampai batas yang normal. Cara tersebut menjadi tidak sehat jika orang harus selalu menggunakan cara itu dan tidak menggunakan cara lain. Hal ini yang disebut dengan dorongan kompulsif.
c.       Kebutuhan dan Kecenderungan Neurotik
Horney menyebutkan sepuluh kebutuhan neurotik, yaitu :
1.     Kebutuhan akan kasih sayang dan penerimaan diri. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara menyenangkan orang lain, memenuhi harapan orang lain, tidak asertif, tidak nyaman bermusuhan dengan orang lain dan diri sendiri.
2.     Kebutuhan akan rekan yang kuat. Kebutuhan ini dipuaskan dengan mendekatkan diri pada orang berpengaruh, dan tidak mau ditinggalkan. Misal, Horney selalu terlibat asmara dengan beberapa tokoh, walau sudah menikah, seperti Erich Fromm.
3.     Kebutuhan membatasi hidupnya dalam lingkup yang sempit. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara tidak menonjol, merasa puas di nomor ke dua, merasa cukup dengan stimulus yang sedikit, dan menurunkan kemampuan mereka.
4.     Kebutuhan akan kekuasaan. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara mengatur orang lain, menghindari perasaan lemah, dan tidak pintar.
5.     Kebutuhan memanfaatkan orang lain. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara menilai orang lain berdasarkan bagaimana orang lain tersebut dapat digunakan.
6.     Kebutuhan akan penghargaan sosial. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara selalu menjadi orang pertama, paling penting dalam segala sesuatu.
7.     Kebutuhan akan kekaguman pribadi. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara menuntut rasa kagum dan penerimaan dari orang lain atas diri mereka.
8.     Kebutuhan akan ambisi dan pencapaian pribadi. Kebutuhan ini akan dipuaskan dengan cara selalu menjadi yang terbaik, dan mengalahkan orang lain.
9.     Kebutuhan akan kemandirian dan kebebasan. Kebutuhan ini dipuaskan dengan menjauh dari orang, untuk membuktikan mampu bertahan hidup tanpa orang lain.
10. Kebutuhan akan kesempurnaan. Kebutuhan ini dipuaskan dengan tidak mau membuat kesalahan, menyembunyikan kelemahan, dan berusaha maksimal untuk sempurna.
Sejalan dengan perkembangan teorinya, Horney mengelompokkan sepuluh kebutuhan menjadi tiga kategori umum, yang berhubungan dengan sikap dasar seseorang terhadap diri dan orang lain. Ketiga sikap dasar itu disebut kecenderungan neurotik (neurotic trends), yaitu mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain.
Kecenderungan neurotik ini merupakan bagian teori Horney tentang neurosis. Artinya, teori ini berlaku bagi orang yang neurosis. Namun, Horney mengatakan bahwa teorinya tersebut juga berlaku untuk orang yang sehat dan normal. Perbedaannya adalah individu normal akan sadar ketika menggunakan cara itu untuk menghadapi orang lain. Sedangkan orang yang neurotik tidak sadar ketika menggunakan cara itu untuk menghadapi orang lain.





Selasa, 02 April 2013

Kesehatan mental (tugas 1)


TUGAS 1







Nama   : Very Dobby
Kelas    : 2PA06
Npm     : 17511266



1. Konsep kesehatan berdasarkan dimensi :
  1. Emosi
Menurut Goleman emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih dan senang.
Jadi kesimpulannya dalam dimensi emosi sesuai dengan emosi yang pada saat itu kita alami. Bisa seperti takut, gelisah, marah, sedih dan senang

  1. Intelektual
Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang, yang dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya ,berhenti sejenak dan memijit pada bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.
Jadi kesimpulannya adalah seseorang yang mempunyai masalah, dia pasti menyelesaikan masalahnya dengan pikiran yang tenang dengan berfikir panjang.

  1. Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik 
Kesimpulannya adalah orang tersebut gampang bergaul dan dia mudah berinteraksi di lingkungan baru manapun jadi dia mudah mendapatkan teman

  1. Fisik
      Suatu kondisi tubuh yang di haruskan dengan kondisi tubuh sehat.
Kesimpulannya adalah seseorang yang memiliki tubuh yang tidak sehat tetapi dia mempunyai keinginan cepat sembuh dan mempunyai tubuh sehat lagi 

  1. Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing. Misalnya , ketika di diagnosa menderita penyakit kronis , adakalanya selalu memohon dan meminta kesembuhan kepada Allah swt.
Kesimpulannya adalah kita harus selalu dekat dengan tuhan, karena semua yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Tidak ada satu pun orang yang bisa melebihi Tuhan. Kita harus selalu berserah kepada Tuhan dan tidak boleh pergi meninggalkan dia.

2. Teori perkembangan  kepribadian
            Kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-pecah dalam fungsi-fungsi. Memahami kepribadian berarti memahami aku, diri, self atau memahami manusia seutuhnya. Hal terpenting yang harus diketahui berkaitan dengan pemahaman kepribadian adalah bahwa pemahaman itu sangat dipengaruhi paradigma yang dipakai sebagai acuan untuk mengembangkan teori itu sendiri. Para ahli kepribadian ternyata meyakini paradigma yang berbeda-beda, yang mempengaruhi secara sistematik seluruh pola pemikirannya tentang kepribadian manusia. Paradigma itu pada sebagian ahli kepribadian dikemukakan dengan tegas, pada sebagian yang lain paradigmanya tersamar dan dikenali melalui metode analisisnya
            Tokoh- tokoh :
  1. Ericsson
Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.Erikson dalam membentuk teorinya secara baik, sangat berkaitan erat dengan kehidupan pribadinya dalam hal ini mengenai pertumbuhan egonya. Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Akan tetapi, teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. Hal ini terjadi karena dia adalah seorang ilmuwan yang punya ketertarikan terhadap antropologis yang sangat besar, bahkan dia sering meminggirkan masalah insting dan alam bawah sadar. Oleh sebab itu, maka di satu pihak ia menerima konsep struktur mental Freud, dan di lain pihak menambahkan dimensi sosial-psikologis pada konsep dinamika dan perkembangan kepribadian yang diajukan oleh Freud. Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Sedangkan konsep perkembangan yang diajukan dalam teori psikoseksual yang menyangkut tiga tahap yaitu oral, anal, dan genital, diperluasnya menjadi delapan tahap sedemikian rupa sehingga dimasukkannya cara-cara dalam mana hubungan sosial individu terbentuk dan sekaligus dibentuk oleh perjuangan-perjuangan insting pada setiap tahapnya.Pusat dari teori Erikson mengenai perkembangan ego ialah sebuah asumpsi mengenai perkembangan setiap manusia yang merupakan suatu tahap yang telah ditetapkan secara universal dalam kehidupan setiap manusia. Proses yang terjadi dalam setiap tahap yang telah disusun sangat berpengaruh terhadap “Epigenetic Principle” yang sudah dewasa/matang. Dengan kata lain, Erikson mengemukakan persepsinya pada saat itu bahwa pertumbuhan berjalan berdasarkan prinsip epigenetik. Di mana Erikson dalam teorinya mengatakan melalui sebuah rangkaian kata yaitu: (1) Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari tahap-tahap yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan pada tiap individu dapat dilihat/dibaca untuk mendorong, mengetahui, dan untuk saling mempengaruhi, dalam radius soial yang lebih luas. (2) Masyarakat, pada prinsipnya, juga merupakan salah satu unsur untuk memelihara saat setiap individu yang baru memasuki lingkungan tersebut guna berinteraksi dan berusaha menjaga serta untuk mendorong secara tepat berdasarkan dari perpindahan di dalam tahap-tahap yang ada

  1. Sigmun Freud
Freud adalah teoritisi pertama yang memusatkan perhatiannya kepada perkembangn kepribadian dan menekankan pentingnya peran masa bayi dan awal-anak dalam membentuk karakter seseorang. Freud yakin bahwa struktur dasar kepribadian sudah terbentuk pada usia 5 tahun dan perkembangan kepribadian sesudah usia 5 tahun sebagian besar hanya merupakn elborasi dari struktur dasar tadi. Anehnya, Freud jarang sekali meneliti anak secara langsung. Dia mendasari teorinya dari analisis mengeksplorasi jiwa pasien antara lain dengan mengembalikan mereka ke pengalaman masa kanak-kanaknya. Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi 3 tahapan yakni tahap infatil (0 – 5 tahun), tahap laten (5 – 12 than) dan tahap genital (> 12 tahun). Tahap infatil yang faling menentukan dalam membentuk kepribadin, terbagi menjadi 3 fase, yakni fase oral, fase anal, dan fase falis. Perkembangan kepribadian ditentukan oleh perkembangan insting seks, yang terkait dengan perkembangan bilogis, sehingga tahp ini disebut juga tahap seksual infatil. Perkembangan insting seks berarti perubahan kateksis seks dan perkembangan bilogis menyiapkan bagian tubuh untuk dipilh menjadi pusat kepuasan seksul (arogenus zone). Pemberian nama fase-fase perkembangan infatil sesuai dengan bagian tubuh daerah erogen-yang menjadi kateksis seksual pada fase itu. Pada tahap laten, impuls seksual mengalami represi, perhatian anak banyak tercurah kepada pengembangan kognitif dan keterampilan. Baru sesudah itu, secara bilogis terjadi perkembangan puberts yang membangunkan impuls seksual dari represinya untuk berkembang mencapai kemasakan. Pada umumnya kemasakan kepribadian dapat dicapi pada usia 20 tahun

  1. Allport
Menurut  Gordon  W. Allport,  kepribadian  adalah sesuatu  yang unik dan dimiliki  masing-masing  pribadi. Ia mengatakan  bahwamanusia   itu  dipengaruhi oleh kesadarannya  yang  meliputi  3  komponen berikut :
1. Dynamic Organization
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan perubahan
2. Psychophysical System
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat namun kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
3. Determine
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu konsep namun ia dapat mengerjakan sesuatu dan mempengaruhi tingkah laku seseorang

Sturuktur Kepribadian

1. Sifat (Trait)
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.
2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik
3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. yaitu (gregorius=suka berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).
4. Propium
Naaahh, propium ini adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral, Anal, Phalic, Laten dan Genital.
5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.





           






Jumat, 28 Desember 2012

Web Psikologi

                                                          Membahas Tentang Web Psikologi
                                                                       "Psikologi Online"

Psikologi online adalah website psikologi yang berisikan artikel-artikel tentang psikologi yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan, tujuan, manfaat dan isi konten dari website tersebut.

1.Artikel Psikologi
Di dalam menu ini berisi artikel-artikel mengenai psikologi seperti:
  • Strategi meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pendidikan multikultural
  • Sakitnya pendidikan kita
  • Kegagalan sistem pendidikan Asia
  • Mendesain karir masa depan mengapa diperlukan?
  • Dan sebagainya

(Tampilan isi konten artikel psikologi)

2.Artikel Seksualitas
Di dalam menu ini berisi artikel-artikel mengenai seksualitas seperti:
  • 5 mitos seks
  • Benarkah menikah lebuh bahagia
  • Kumpul kebo sebuah pilihan?
  • Tipe anda dalam menghadapi masalah dengan pasangan?
  • Dan sebagainya

(Tampilan isi konten artikel seksualitas)

3.Ebook
Di menu ini berisi ebook yang berhubungan dengan psikologi dan kehidupan sehari-hari seperti:

  • Humor akademik dan keilmuan
  • Sindrom seleb
  • Orang rimba menantang zaman
  • Humor religi
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten ebook)

4.Konsultasi
Di menu ini berisi konsultasi tanya jawab psikologi seperti:
  • Konsultasi: anak lelaki memakai pakaian perempuan
  • Konsultasi: bingung dengan kondisi rumah
  • Konsultasi: anak menonton film porno
  • Konsultasi: ortu selingkuh
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten konsultasi)

5.Link
Di menu ini berisi link yang berhubungan tentang psikologi seperti:
  • Link situs psikologi perkembangan
  • Link situs psikologi positif
  • Link situs psikologi pendidikan
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten link)

6.Psikokata
Di menu ini berisi artikel-artikel mengenai psikokata seperti:
  • Psikokata kehidupan
  • Psikokata motivasi
  • Psikokata spiritualisme
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten psikokata)

7.Psikokisah
Di menu ini berisi artikel-artikel mengenai psikokisah seperti:
  • Kisah: Buta
  • Kisah: Sopir
  • Kisah: Aku dan mendukungmu
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten psikokisah)

8.Tes psikologi
Di menu ini berisi artikel-artikel mengenai tes psikologi seperti:
  • Tes: Pemberikah atau penerimakah anda dalam hubungan?
  • Tes: Anda kecanduan hubungan?
  • Tes: Sejauh mana mengenal pasangan?
  • Dan sebagainya
(Tampilan isi konten tes psikologi)

Kesimpulan
Website ini bermanfaat sekali bagi kalangan umum karena banyak pengetahuan yang didapat mengenai psikologi. Dan juga melayani layanan konsultasi online, dan bisa memecahkan kehidupan masalah sehari-hari.